: Use clean water mixed with soap or leaves (like bidara ). The body is gently washed, starting with the right side and performing a final rinse with water containing camphor ( kapur barus ).
Literally:
Jenazah diletakkan miring ke kanan menghadap kiblat. Pelepasan Tali: Lepas tali kafan. Penutupan: Tutup dengan papan, lalu urug dengan tanah. 6. Doa Setelah Tajhiz
Siram air bersih dari kepala hingga kaki, diikuti air sabun, dan terakhir air kapur barus/wewangian, sebanyak hitungan ganjil (3, 5, atau 7 kali). 3. Mengkafani Jenazah (Al-Kafan) Kain kafan sebaiknya putih, bersih, dan diberi wewangian. Teks Panduan Mengkafani Hamparkan Kain: Susun kain kafan dengan rapi. Wewangian: Taburkan wewangian di atas kain kafan. teks tajhiz jenazah kamil
Funeral rites are considered Fardu Kifayah (a communal obligation). A "Kamil" or complete process typically includes:
Ikat bagian ujung kepala, dada, perut, lutut, dan ujung kaki dengan tali simpul hidup di sisi sebelah kiri jenazah (agar mudah dilepas saat di dalam kubur). 4. Teks Tata Cara Menyolatkan Jenazah (As-Shalah)
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ (Bismillahi wa 'ala millati Rasulillah) "Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah." : Use clean water mixed with soap or leaves (like bidara )
“Ushallii ‘ala hadzal mayyiti arba‘a takbiratin fardal kifaya’ti imaman lillahi ta‘ala.”
(Doa Saat Menuang Air) : Saat memulai memandikan, disunnahkan membaca:
Doa pendek: Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu (Ganti lahu menjadi laha untuk jenazah perempuan). Pelepasan Tali: Lepas tali kafan
Salam ke kanan dan ke kiri ( Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ).
اللهُ أَكْبَرُ